Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang secara resmi menerima mahasiswa magang dari Program Studi Teknik Lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin, 22 Juni 2026. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pondok pesantren dalam mendorong edukasi sekaligus implementasi pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kegiatan penerimaan mahasiswa magang dilaksanakan di kantor DLH Kota Malang yang dihadiri oleh Kepala Bidang Peningkatan dan Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Ir. Arif Darmawan, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bidang Kerja Sama Dr. Akyunul Jannah M.P., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Dr. Aulia Fikriarini Muchlis, M.T. IAI., Sekretaris Program Studi Teknik Lingkungan Yasmin Zafirah, M.Sc., serta perwakilan dari sepuluh pondok pesantren yang akan menjadi lokasi pendampingan mahasiswa selama pelaksanaan magang.
Dalam pemaparannya, Tri Santoso menyampaikan bahwa Kota Malang saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut meliputi meningkatnya permasalahan persampahan, penurunan kualitas sumber daya air, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati. Sebagai salah satu contoh, ia menyoroti semakin jarangnya keberadaan burung manyar yang dahulu mudah ditemukan di wilayah Kota Malang. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu indikator terjadinya perubahan kualitas lingkungan.
“Dulu burung manyar masih banyak dijumpai, sekarang sudah semakin sulit ditemukan. Ini menjadi salah satu indikator perubahan lingkungan yang terjadi,” ungkapnya.


Selain persoalan keanekaragaman hayati, Tri Santoso juga menjelaskan bahwa pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah domestik masih menjadi tantangan besar. Limbah rumah tangga seperti popok sekali pakai dan pembalut mengandung berbagai material yang berpotensi mencemari badan air serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan apabila tidak dikelola dengan baik. Permasalahan sampah turut menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Saat ini, Kota Malang menghasilkan sekitar 700 ton sampah setiap hari yang harus diangkut menggunakan kurang lebih 160 armada truk sampah. Sementara itu, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga sekitar dua tahun ke depan apabila tidak dilakukan pengurangan timbulan sampah secara signifikan sejak dari sumbernya. Di sisi lain, frekuensi banjir dan berbagai bencana lingkungan juga menunjukkan kecenderungan meningkat. Berdasarkan penjelasan DLH Kota Malang, banyak peristiwa genangan maupun banjir dipicu oleh tersumbatnya saluran drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, hingga sungai-sungai kecil akibat penumpukan sampah.
Melalui program magang ini, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Dalam sesi diskusi, para pengasuh pondok pesantren menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat memahami kondisi, karakteristik, serta kebutuhan masing-masing pondok sejak awal masa penugasan. Dengan demikian, program kerja yang disusun dapat lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan serta memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan pesantren yang berwawasan lingkungan.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Bidang Peningkatan dan Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, menegaskan bahwa program magang ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga wadah untuk memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar dari lingkungan, tetapi juga hadir untuk memberi kontribusi nyata bagi lingkungan. Kolaborasi ini menjadi investasi penting untuk mencetak generasi yang peduli, berpengetahuan, dan mampu menjawab tantangan keberlanjutan di masa depan.”

