MIU Login

Tim RKM Teknik Lingkungan UIN Malang Teliti Potensi Ekonomi Sampah Mahad Kampus 3 sebagai Upaya Mendukung Zero Waste

Batu– Tim Riset Kompetitif Mahasiswa (RKM) Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan penelitian bertajuk “Evaluasi Ekonomi Sampah Berbasis Komposisi sebagai Upaya Mendukung Zero Waste di Mahad Kampus 3 UIN Malang”. Penelitian ini dilaksanakan selama Mei hingga Juli 2026 dengan fokus mengkaji karakteristik timbulan sampah, potensi ekonomi sampah, serta strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sebagai upaya mendukung implementasi konsep Zero Waste di lingkungan Mahad Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, yaitu Ailsa Aurellia Mahardika, Hamadad Akhsanul Kholqi, dan Zidane Al Kautsar Ramadhani, yang tergabung dalam Tim Riset Kompetitif Mahasiswa (RKM) dan dibimbing oleh dosen Program Studi Teknik Lingkungan.

Pada tahap pengumpulan data lapangan, tim melaksanakan pengambilan sampah selama delapan hari berturut-turut, yaitu pada 12–19 Mei 2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode direct sampling mengacu pada SNI 19-3964-2025. Metode ini dilakukan melalui pengumpulan sampah dari setiap unit asrama Mahad Kampus 3, pengukuran berat dan volume sampah menggunakan timbangan digital serta kotak pengukur densitas, pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik bernilai ekonomis, dan residu, serta penyebaran kuesioner secara daring kepada petugas kebersihan dan mahasantri untuk menggali tingkat pemahaman sekaligus hambatan dalam penerapan perilaku pemilahan sampah.

Selama proses penelitian, sampah dari seluruh unit asrama terlebih dahulu dikumpulkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kampus untuk dilakukan penimbangan sehingga diperoleh data timbulan sampah harian. Dari total sampah yang terkumpul setiap hari, diambil sampel sebanyak 100 kilogram untuk dianalisis komposisinya. Sampel tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak densitas guna mengetahui volume sampah sebelum dipilah ke dalam berbagai kategori sesuai jenisnya. Seluruh rangkaian pengukuran tersebut dilakukan secara konsisten selama delapan hari berturut-turut sehingga mampu menggambarkan karakteristik timbulan dan komposisi sampah di Mahad Kampus 3. Selain itu, tim juga melakukan survei ke beberapa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk memperoleh informasi mengenai harga pasar sampah pada bank sampah terdekat dari Mahad Kampus 3 sebagai bagian dari kajian penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata timbulan sampah di Mahad Kampus 3 selama periode pengamatan mencapai 137,90 kg per hari. Timbulan sampah tertinggi tercatat pada Rabu, 13 Mei 2026, yaitu sebesar 226,76 kg, yang dipengaruhi oleh tingginya aktivitas saat hari perkuliahan berlangsung. Sementara itu, timbulan terendah terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, sebesar 95,40 kg, yang dipengaruhi oleh kondisi long weekend sehingga jumlah penghuni asrama berkurang. Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa rata-rata densitas sampah mencapai 88,53 kg/m³, yang mengindikasikan dominasi material berdensitas rendah seperti plastik dan styrofoam.

Analisis komposisi sampah menunjukkan bahwa fraksi residu (25,4%) dan sampah organik (24,0%) merupakan komponen terbesar yang dihasilkan, diikuti oleh styrofoam (15,1%) dan plastik kresek (10,5%). Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi TPST Gadingkulon yang berjarak sekitar 4,3 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 11 menit memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya operasional pengangkutan, menekan emisi transportasi, serta membantu menjaga kualitas sampah anorganik agar tetap layak untuk didaur ulang.

Dari aspek ekonomi, penelitian memperlihatkan bahwa sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp43.716,67 per hari pada akhir pekan dan Rp41.401,80 per hari pada hari kerja. Jika dikelola secara konsisten, potensi tersebut setara dengan Rp15–16 juta per tahun. Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan penerapan strategi Zero Waste melalui pengurangan penggunaan bahan sekali pakai (reduce), penerapan sistem pemilahan sampah menjadi sedikitnya lima kategori, yaitu organik, plastik/styrofoam, kertas/kardus, logam, dan residu, penguatan sistem daur ulang melalui pembentukan bank sampah dan kolaborasi dengan TPST Gadingkulon, serta peningkatan edukasi dan pembentukan budaya Zero Waste di kalangan mahasantri sebagai upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan Mahad Kampus 3.

Melalui kegiatan Riset Kompetitif Mahasiswa ini, Program Studi Teknik Lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong budaya penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan lingkungan melalui kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola Mahad maupun pihak universitas dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan mendukung terwujudnya Green Campus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait